Kenapa Banjir Besar Sumatra 2025 Terjadi? & Solusi Kecil yang Bisa Kita Lakukan
Banjir besar yang melanda Sumatra di akhir 2025 banyak disebut sebagai kombinasi cuaca ekstrem dan kerusakan hutan yang semakin parah. Bukan rahasia lagi, penebangan pohon di wilayah hulu menyebabkan daya serap air menurun drastis. Akibatnya, saat hujan deras turun, air langsung meluncur ke pemukiman dan memicu banjir bandang serta longsor.
Namun, kerusakan lingkungan bukan hanya disebabkan oleh aktivitas besar seperti tambang atau perkebunan—konsumsi kertas yang tinggi juga berkontribusi pada laju penebangan pohon. Termasuk kertas untuk pembukuan bisnis yang masih dilakukan secara manual.
Kalau mau jujur, semakin banyak bisnis yang masih memakai kertas berarti semakin banyak pula pohon yang ditebang.
Padahal sekarang, kita punya pilihan yang lebih ramah lingkungan.
Solusi Kecil, Dampak Besar: Kurangi Kertas, Beralih ke Pembukuan Digital
Mengurangi penggunaan kertas adalah langkah sederhana yang bisa dilakukan pelaku usaha untuk ikut menjaga lingkungan.
Dengan beralih ke pembukuan digital, kita:
Mengurangi ketergantungan pada kertas
Mengurangi permintaan terhadap bahan baku kertas (pohon)
Membantu menekan risiko kerusakan hutan
Mendukung upaya pencegahan bencana lingkungan di masa depan
Dan semuanya bisa dilakukan sambil tetap menjalankan bisnis dengan lebih cepat dan efisien.
Ayo Mulai dari Hal Kecil: Pembukuan Bisnis Lebih Rapi Tanpa Kertas
Digitalisasi keuangan bukan hanya soal teknologi—ini juga tentang masa depan lingkungan.
Gunakan AbiPro Software Akuntansi.
Lebih rapi, lebih cepat, lebih hemat, dan lebih ramah lingkungan 🌱✨