Contoh Jurnal Penjualan & Pembelian Terlengkap + Cara Mencatatnya
Dalam akuntansi bisnis, pencatatan transaksi penjualan dan pembelian adalah bagian penting agar laporan keuangan tetap akurat. Banyak UMKM sering keliru mencatat sehingga laba terlihat tidak sesuai kenyataan. Supaya tidak salah langkah, berikut penjelasan sederhana tentang contoh jurnal penjualan, jurnal pembelian, dan cara mencatatnya dengan benar.
1. Apa Itu Jurnal Penjualan?
Jurnal penjualan adalah buku harian untuk mencatat seluruh transaksi penjualan barang atau jasa.
Biasanya dicatat ketika perusahaan menjual barang secara kredit maupun tunai.
Contoh Jurnal Penjualan Tunai
Misal: PT Maju Jaya menjual barang seharga Rp5.000.000 secara tunai.
Contoh Jurnal Penjualan Kredit
Misal: Penjualan barang Rp3.500.000 kepada pelanggan secara kredit.
2. Apa Itu Jurnal Pembelian?
Jurnal pembelian digunakan untuk mencatat seluruh transaksi pembelian barang dagang atau kebutuhan operasional perusahaan.
Contoh Jurnal Pembelian Tunai
Misal: Membeli perlengkapan kantor Rp1.000.000 secara tunai.
Contoh Jurnal Pembelian Kredit
Misal: Pembelian barang dagang Rp4.000.000 secara kredit.
3. Cara Mencatat Penjualan & Pembelian dengan Benar
Agar pencatatan rapi dan tidak membingungkan, ikuti langkah berikut:
✔ Langkah 1: Identifikasi transaksi
Tentukan apakah transaksi tersebut penjualan, pembelian, tunai, atau kredit.
✔ Langkah 2: Tentukan akun yang terlibat
Pertanyaan kunci:
Apakah kas bertambah atau berkurang?
Apakah utang atau piutang timbul?
Apakah persediaan terpengaruh?
✔ Langkah 3: Tentukan posisi debit dan kredit
Ingat rumus dasar:
Aset bertambah → debit
Aset berkurang → kredit
Pendapatan → kredit
Beban → debit
✔ Langkah 4: Catat di jurnal umum atau jurnal khusus
Setiap transaksi harus masuk ke jurnal sesuai jenisnya.
✔ Langkah 5: Posting ke buku besar
Setelah jurnal selesai, pindahkan ke buku besar untuk membuat laporan keuangan.
4. Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
❌ Mencampur penjualan tunai & kredit
❌ Mengabaikan faktur atau bukti transaksi
❌ Tidak melakukan pengecekan ulang (rekonsiliasi)
❌ Salah klasifikasi antara aset dan beban
5. Tips Agar Pencatatan Lebih Efisien
Gunakan software akuntansi agar tidak salah hitung
Catat transaksi setiap hari, jangan ditunda
Simpan bukti transaksi dalam folder digital
Bagi akses pencatatan agar tidak tumpang tindih
Dengan memahami contoh jurnal penjualan dan pembelian serta cara mencatatnya, bisnis akan lebih mudah mengontrol arus uang dan menghitung laba secara akurat. Kalau mau pencatatan jadi otomatis, rapi, dan anti salah hitung—cukup gunakan AbiPro Software Akuntansi, solusi lengkap untuk bisnis modern Anda.