Cara Menghitung Diskon Harga dengan Mudah + Contoh Lengkap
Diskon adalah salah satu strategi penjualan yang paling sering digunakan oleh pelaku usaha untuk menarik pelanggan. Namun, masih banyak yang keliru saat menghitung diskon, terutama ketika berhubungan dengan pencatatan keuangan. Agar tidak salah hitung, berikut penjelasan lengkap cara menghitung diskon beserta contohnya.
Pengertian Diskon
Diskon adalah potongan harga yang diberikan penjual kepada pembeli dari harga awal suatu produk atau jasa. Diskon biasanya dinyatakan dalam bentuk persentase (%) atau nominal tertentu.
Rumus Menghitung Diskon
Rumus dasar menghitung diskon adalah:
Diskon = Harga Awal × Persentase Diskon
Harga Setelah Diskon = Harga Awal − Diskon
Contoh Menghitung Diskon Persentase
Misalnya:
Harga barang: Rp500.000
Diskon: 20%
Perhitungannya:
Diskon = Rp500.000 × 20% = Rp100.000
Harga setelah diskon = Rp500.000 − Rp100.000 = Rp400.000
Contoh Diskon Bertingkat
Misalnya:
Harga barang: Rp1.000.000
Diskon 10% + 5%
Langkah perhitungan:
Diskon pertama: Rp1.000.000 × 10% = Rp100.000 → sisa Rp900.000
Diskon kedua: Rp900.000 × 5% = Rp45.000
Harga akhir = Rp900.000 − Rp45.000 = Rp855.000
Pentingnya Menghitung Diskon dengan Benar
Kesalahan dalam menghitung diskon dapat menyebabkan:
Laba usaha tidak sesuai
Laporan keuangan menjadi tidak akurat
Harga jual terlalu murah tanpa disadari
Karena itu, pencatatan diskon sebaiknya dilakukan secara rapi dan otomatis agar tidak terjadi kesalahan perhitungan.
Penutup
Jika perhitungan diskon masih dilakukan manual dan rawan salah hitung, saatnya beralih ke AbiPro Software Akuntansi yang dapat membantu mencatat penjualan, diskon, dan laporan keuangan secara otomatis, rapi, dan akurat untuk bisnis Anda.